WartaDepok.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tengah bersiap melakukan Outbreak Response Assessment (OBRA) atas ditetapkannya Kasus Luar Biasa (KLB) Polio cVDPV2 di Provinsi Jawa Barat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, beberapa waktu lalu. Melalui OBRA, akan dilakukan penilaian terhadap pelaksanaan respons KLB Polio di Jawa Barat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan, OBRA dilaksanakan pada 10-20 Juli 2023 oleh tim gabungan dari World Health Organization (WHO) dan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) global. OBRA pertama dilaksanakan tiga hingga enam bulan setelah notifikasi virus diketahui.
“Keputusan penilaian respons KLB dimulai dengan TIM OBRA, baik itu HQ, SEARO dan CO melakukan penilaian pada 10 hingga 20 Juli dengan beberapa indikator penilaian,” ujar Mary Liziawati, kepada berita.depok.go.id, Kamis (22/06/23).
Meliputi respons KLB mulai dari perencanaan dan koordinasi, dilanjutkan surveilans AFP sensitif dan berkualitas, Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang berkualitas. Kemudian kekebalan komunitas dan pencapaian imunisasi rutin, komunikasi dan sosial mobilitas, manajemen vaksin dan lainnya memanfaatkan sumber daya.
“Jika itu semua dapat dibuktikan dengan baik, tanggapan imunisasi efektif berkualitas tinggi dan surveilans sensitif, maka KLB Polio dinyatakan berakhir,” ungkapnya.
Untuk menyukseskan OBRA ini, pihaknya meminta kerja sama dari seluruh lintas program dan seluruh stakeholder terkait agar kegiatan ini berjalan sukses dan lancar.
“Target penilaian yang belum tercapai harus bisa dilengkapi dalam satu bulan ini. Untuk itu, perlu dukungan dari semua pihak agar OBRA ini dapat berjalan dengan baik,” tandasnya.