HeadlineHumaniora

Dinkes Depok Gelar Orientasi Tatalaksana BBLR dan Asfiksia

44
×

Dinkes Depok Gelar Orientasi Tatalaksana BBLR dan Asfiksia

Sebarkan artikel ini
Kegiatan orientasi tatalaksana bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan asfiksia bagi Praktik Mandiri Bidan dan klinik di Aula Kantor Dinkes Kota Depok. (Foto: Istimewa).

WartaDepok.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok selama tiga hari, 13-15 Juni 2023, menggelar orientasi tatalaksana bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan asfiksia bagi Praktik Mandiri Bidan dan klinik.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi bidan dan klinik dalam mengidentifikasi kemungkinan kejadian BBLR dan asfiksia pada bayi baru lahir.

“Serta dapat melakukan tatalaksananya sehingga kelangsungan hidup bayi baru lahir dapat dipertahankan dan membatasi gejala-gejala lanjut yang mungkin timbul dan pada akhirnya akan menurunkan angka kematian bayi,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati, dikutip dari laman resmi Pemkot Depok.

Mary mengungkapkan, penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu isu prioritas dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021 – 2026 Kota Depok, selain Angka Kematian Ibu (AKI).

Target di akhir tahun 2026 adalah 1.22 per 1.000 kelahiran hidup dengan kondisi pada tahun 2022 sebesar 1.93 per 1.000 kelahiran hidup dan kenaikan kasus kematiannya hampir mencapai 2 kali lipat dari tahun 2021.

“Penyebab terbanyak kematian pada masa neonatal atau nol hingga 28 hari secara berurutan adalah BBLR yang mencapai 48,5 persen, Asfiksia 23,2 persen, Kelainan Kongenital 13,1 persen, Infeksi 5,5 persen, Kelainan Jantung 3,3 persen dan lain-lain,” jelasnya.

Mary mengungkapkan bahwa salah satu cara memperkuat tata kelola kesehatan ibu dan bayi adalah dengan kegiatan peningkatan kompetensi petugas dalam tata kelola manajemen, program dan klinis di semua fasilitas pelayanan kesehatan termasuk PMB.

“Dengan alasan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Depok menyelenggarakan kegiatan Orientasi Tatalaksana Bayi BBLR dan Asfiksia bagi PMB dan Klinik dengan tujuan akhir yakni menurunkan Angka Kematian Bayi di Kota Depok,” tandasnya.

BACA JUGA:  Berikut Rencana Disporyata untuk Kawasan Depok Lama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *