HeadlineKota Kembang

Hafid Nasir: Kemarin Sempat Ramai, Ini Baru Resmi!

189
×

Hafid Nasir: Kemarin Sempat Ramai, Ini Baru Resmi!

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pilkada

WartaDepok.com – DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengeluarkan Surat Keputusan (SK) kepada calon walikota dan wakil walikota atas nama Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok 2020.

Sehingga ada tiga partai politik (Parpol) yang mengusung pasangan calon Idris-Imam antara lain, PKS, PPP, dan Partai Demokrat.

“Kami (DPD PKS Depok) menyerahkan surat rekomendasi ke pasangan Idris-Imam.

Untuk deklarasi kita masih menunggu PAN, karena PAN masuk dalam koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS),” kata ketua DPD PKS Hafid Nasir di kantornya, Kamis (27/8/2020).

PKS kata dia, berharap PAN gabung dalam koalisi TAS. Sebab, koalisi parpol yang tergabung Tertata awalnya yaitu PPP, PAN, dan Partai Demokrat mengusung nama Mohammad Idris.

“PAN informasi akan mengeluarkan rekomendasi untuk Pak Idris. Kalau PKS sendiri mengusung Imam Budi Hartono sesuai kesepakatan koalisi Tertata Adil Sejahtera,” kata Hafid Nasir.

Hafid mengakui surat keputusan rekomendasi Idris-Imam baru dikeluarkan sekarang karena kebijakan DPP PKS. Kata dia, SK rekomendasi ini resmi karena sudah ada tanda tangan yang diberikan oleh pusat.

“Kemarin sempat ramai SK keluar itu tidak resmi, tapi sekarang sudah resmi,” kata Hafid.

PKS kata Hafid, optimistis memenangkan pasangan Idris -Imam di Pilkada Depok 2020. Bahkan , ia tidak masalah pada pilkada ini ada dua atau tiga pasang calon walikota dan wakil walikota.

“(Kami) optimis memenangkan pasangan Idris- Imam. Head to head atau tiga pasangan kami siap. Kami targetkan 60 persen suara pada Pilkada,” tutur Hafid Nasir.

Masih di lokasi, bakal calon walikota Mohammad Idris mengaku lega PKS mengeluarkan surat rekomendasi pencalonya pada Pilkada Depok.

Kata dia, sebelumnya ia mendapat dukungan koalisi Tertata ada 12 kursi dan ada kesepakatan sementara.

“Diperjalanan koalisi Tertata tinggal 9 kursi, lalu PKS masuk dan meminta saya untuk menjaga koalisi sampai lepas,” kata Idris.(wan/WD)

BACA JUGA:  Berikut Rencana Disporyata untuk Kawasan Depok Lama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *