HeadlineHumaniora

Pemerintah Sediakan Angkutan Alternatif Untuk Cegah Kepadatan Penumpang KRL

113
×

Pemerintah Sediakan Angkutan Alternatif Untuk Cegah Kepadatan Penumpang KRL

Sebarkan artikel ini

WartaDepok.com – Sebagai bagian dari upaya menegakkan protokol kesehatan di angkutan umum pada masa pandemi covid-19 khususnya pada KRL Komuter Jabodetabek, Pemerintah kembali menyediakan angkutan bus alternatif, yang hanya dioperasikan pada hari dan jam tertentu dimana sering terjadi lonjakan penumpang KRL.

Operasional Bus Alternatif tersebut telah dimulai sejak awal bulan Januari 2021 dan diharapkan berlangsung hingga Juni 2021, setiap Senin pagi dari beberapa titik di sekitar stasiun di wilayah Bogor dan Stasiun Cikarang, Bekasi menuju Jakarta.

Pelayanan serupa sebenarnya sudah dilakukan sejak bulan Mei 2020 menyusul terjadinya pandemi covid-19. Kebijakan ini ditempuh dengan tujuan agar pelayanan KRL Komuter Jabodetabek yang menjadi andalan utama masyarakat pelaju dapat menerapkan physical distancing sebagai salah satu aspek penting protokol kesehatan untuk mengurangi semaksimal mungkin potensi penularan covid-19 di dalam KRL.

Sejak berkembangnya pandemi covid-19 hingga saat ini jumlah penumpang KRL dibatasi hingga hanya 35 – 40%. Meski kegiatan masyarakat sebenarnya juga dilakukan pembatasan melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ataupun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ternyata pada waktu tertentu terutama pada Senin Pagi masih sering terjadi lonjakan penumpang KRL di titik titik tertentu yang berpotensi menyebabkan physical distancing tidak maksimal.

Oleh karena itu Pemerintah memutuskan pada tahun 2021 penyediaan bus alternatif untuk antisipasi lonjakan penumpang di KRL ini kembali dilakukan.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B. Pramesti menyebutkan bahwa angkutan bus alternatif ini benar-benar hanya dioperasikan apabila terjadi lonjakan penumpang pada waktu tertentu. Jika tidak terjadi lonjakan maka angkutan bus tersebut tidak akan dioperasikan.

Menurut Polana hal ini untuk menegaskan agar keberadaan angkutan bus alternatif ini meski gratis tidak kemudian justru memberikan kelonggaran terhadap masyarakat yang tetap harus mematuhi pembatasan kegiatan selama masa pandemi.

“Sesuai aturan yang berlaku baik PPKM maupun PSBB, selama masa pandemi kegiatan masyarakat pada dasarnya dibatasi. Penyelenggaraan transportasi publik tetap berjalan hanya untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang masih harus beraktifitas dengan tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan,” tegas Polana.

Operasional Angkutan Bus Alternatif Sejak Januari 2021

Secara keseluruhan selama Januari 2021 terdapat 2.257 pengguna KRL yang memanfaatkan angkutan alternatif bus bantuan.

Sementara itu total bus yang dioperasikan selama bulan Januari 2021 tercatat sebanyak 102 unit bus dengan perincian 88 unit bus berukuran besar dan 14 unit bus berkururan medium. Pada Senin pekan pertama bulan Januari disediakan 30 unit bus dengan rincian 26 unit bus berukuran besar dan bus berukuran medium sejumlah 4 unit.

Untuk Senin pekan kedua terdapat sebanyak 22 unit bus yang terdiri dari 20 bus berukuran besar dan 2 unit bus berukuran medium. Pada Senin pekan ketiga dan keempat terdapat masing-masing sebanyak 25 unit bus dengan rincian 21 bus berukuran besar dan 4 unit bus berukuran medium.

Untuk menjaga ketentuan physical distancing, masing-masing bus berukuran besar hanya diisi maksimal 30 penumpang dari kapasitas 46 kursi yang tersedia. Untuk bus dengan ukuran medium, dibatasi paling banyak diisi 15 penumpang dari 27 kapasitas tempat duduk yang ada pada masing-masing unit.

Untuk titik-titik keberangkatan angkutan alternatif bus gratis meliputi Stasiun Bogor, Stasiun Cilebut, Stasiun Bojong Gede, Botani Square, Stasiun Depok, dan Stasiun Cikarang, Bekasi. Adapun lokasi tujuan antara lain Stasiun Juanda, Stasiun Sudirman, Stasiun Manggarai, Stasiun Tanahabang, dan Stasiun Tebet.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Buka Posko Pengaduan THR Lebaran 2025

Dari jumlah secara keseluruhan, layanan yang banyak dimanfaatkan adalah keberangkatan dari Stasiun Bogor dengan tujuan Stasiun Tanah Abang dengan 389 penumpang, Stasiun Bogor – Stasiun Juanda dengan 387 penumpang, dan Stasiun Bogor – Stasiun Sudirman dengan 358 penumpang.

Pemanfaatan selebihnya tersebar pada titik lokasi keberangkatan dan tujuan-tujuan lainnya.
Pada Senin, 1 Februari 2021, Pemerintah kembali menyiapkan angkutan alternatif sebanyak 25 unit bus.

Untuk titik keberangkatan dari Stasiun Bogor terdapat alokasi bus sebanyak 15 unit dengan waktu keberangkatan mulai Pukul 05.15 WIB dan memiliki tujuan antara lain Stasiun Juanda, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Sudirman, Stasiun Manggarai dan Stasiun Tebet.

Untuk keberangkatan dari Botani Square terdapat 2 unit bus dengan waktu keberangkatan mulai pukul 06.00 WIB yang melayani tujuan Stasiun Juanda dan Stasiun Sudirman.

Adapun Stasiun Cilebut dan Stasiun Depok masing-masing terdapat alokasi sebanyak 2 unit bus medium dengan waktu keberangkatan mulai pukul 06.00 WIB.

Untuk Stasiun Cilebut melayani tujuan Stasiun Manggarai dan Stasiun Juanda sedangkan titik keberangkatan Stasiun Depok memiliki tujuan Stasiuan Tanah Abang dan Stasiun Tebet.

Selain Bogor dan Depok, juga disiapkan layanan angkutan alternatif ini di Terminal Cikarang, Bekasi. Untuk Stasiun Cikarang, Bekasi terdapat alokasi bus sebanyak 4 unit dengan tujuan Stasiun Manggarai dan Stasiun Sudirman.

Untuk waktu keberangkatan mulai pukul 05.30 WIB. Waktu pemberangkatan bus pada masing-masing lokasi dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *