HeadlineHumaniora

Bahas Isu Strategis Pembangunan Manusia, Pemkot Depok Gelar FDG

59
×

Bahas Isu Strategis Pembangunan Manusia, Pemkot Depok Gelar FDG

Sebarkan artikel ini
Perangkat Daerah dan stakeholder menghadiri FGD isu strategis bidang PPM Bappeda Kota Depok, di Aula BJB Lantai 2 Cabang Depok, Selasa (05/11/24). (Foto: Diskominfo)

WartaDepok.com – Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Depok mengadakan Focus Group Discussion (FGD) terkait Isu Strategis Pembangunan Manusia tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Aula lantai 2 Bank BJB Cabang Depok ini mengangkat tema Penguatan Transformasi Sosial yang Inklusif untuk Mempertajam Kota Peradaban.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia pada Bappeda Kota Depok, Yulia Oktavia menjelaskan, FGD ini merupakan wujud pendekatan partisipatif yang merupakan proses perencanaan pembangunan Kota Depok di tahun 2026.

Tentunya dengan mensinergikan hasil dari semua Kolaborasi Bareng Komunitas (Kongko) yang masuk di dalam pembangunan manusia.

“Di sini kami kerucutkan kembali isu-isu strategis pembangunan hasil penjaringan isu dan alternatif tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk perumusan rancangan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) Kota Depok tahun 2026,” jelasnya dilansir melalui laman resmi Pemkot Depok.

FGD kali ini mengundang seluruh perangkat daerah yang ada di bawah koordinasi pembangunan manusia dan pemangku kepentingan terkait.

Lewat FGD ini, Yulia mengutamakan identifikasi permasalahan pembangunan karena hal itu adalah langkah awal dalam proses perumusan kebijakan pembangunan.

Lanjutnya, proses ini berguna untuk mengenali, mendalami, dan sekaligus merumuskan kebijakan perkotaan secara mendasar.

“Dan permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan merumuskan permasalahan sumber daya kota dapat dialokasikan secara efektif dan solutif dalam menjawab akar masalah sesuai kebutuhan masyarakat”, ungkapnya.

Yulia mengatakan, guna mencapai visi sudah ditetapkan misi pembangunan jangka panjang yang dibagi menjadi tiga langkah transformasi. Yaitu mewujudkan transformasi sosial yang inklusi, sehat, dan cerdas.

“Lalu mewujudkan transformasi ekonomi yang kreatif, inovatif, dan bertumpu pada ekonomi hijau. Serta mewujudkan transformasi tata kelola pemerintahan yang melayani berbasis digital dan berkelas dunia,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Bye Bye Petahana, Ridwan Optimis Jadi Ketua DPD PAN Depok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *