WartaDepok.com – Keputusan penerapan PSBB total di Jabodetabekakan diputuskan setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar rapat kordinasi dengan pimpinan daerah penyangga pada sabtu (12/9).
Saat ini para pelaku usaha pun ketar-ketir dengan keputusan yang akan diambil. Saat ini, pelaku usaha sudah dalam tahap sekarat.
Yogi Ahmad, salah satu pemilik usaha kopi di Margonda mengaku sudah ketar-ketir dengan apa yang akan menjadi keputusan pemerintah nanti.
Sejak awal pandemi, usaha kopi miliknya sudah mengalami penurunan omzet hingga 60 persen.
“Ya tentu sangat berpengaruh untuk usaha coffeeshop seperti saya ini. Omzet drop turun hingga 60 persen,” katanya, Jumat (11/9/2020).
Belum lagi dengan adanya jam pembatasan aktivitas warga (PAW) yang sudah memasuki pekan kedua ini.
Sejak diberlakukan PAW, kegiatan bisnis dibatasi hanya sampai pukul 18.00 WIB. Sedangkan usaha coffeshop-nya mengandalkan traffic diatas jam tersebut.
“Coffeshop ini kan memang jam bisnisnya ramai diatas pukul 18.00 WIB. Ya jadinya memang drop,” ungkap pemilik Roemah Coffe Eatery & Hub itu.
Dia pun mengaku dengan dibatasinya jam operasional menjadi lebih cepat sangat berdampak pada bisnisnya.
Dengan kondisi saat ini, dia pun terpaksa melakukan pengurangan pegawai hingga lebih dari delapan orang.
“Awalnya kita ada 12 orang. Saat ini tersisa empat orang saja,” akunya.
Mengenai wacana PSBB total Jabodetabek, dia pun mengaku dilemma. Satu sisi factor kesehatan memang penting. Disisi lain, roda ekonomi pun harus diperhatikan.
Menurutnya, jika keputusan yang diambil tegas dari awal untuk PSBB total maka kemungkinan saat ini kondisi sudah membaik dan ekonomi bisa merangkak naik juga.
“Harusnya ketat diawal dan terpadu di Jabodetabek. Kita nggak bisa separatis Depok aja. Untuk PSBB total (wacana) berharap ini adalah nafas terakhir.
Kalau mau harus benar-benar. Kalau seperti ini, ekonomi nggak pulih-pulih. Mending mati di awal dulu tapi bener-bener. Ini adalah nafas terakhir.
Kalau ada repetisi lagi tiga bulan kedepan, yah udah lah nggak tau,” pungkasnya.